Tampilkan postingan dengan label Contoh puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Contoh puisi. Tampilkan semua postingan

Kamis, 31 Juli 2008

Soulmate

Soulmate

Kuawali syair ini dengan menyebut nama Allah swt, Yang Maha Pengasih lagi Penyayang. Kasihnya menerangi dan mencukupi segala sesuatu bagi makhluk-makhluknya, mulai dari yang melata hingga berdiri tegap, yang hidup dalam lubang pekat hingga naungan benderang cahaya……


Duhai cinta !, masihkah kau ingat syair kasih dariku yang berbunyi:


“Dalam penziarahan cinta, ombak lautan yang membawanya pergi pada sang kekasih adalah deburan sejati yang mengalir dari samudera ketulusan hati.
Langkah kaki yang diayunkannya, bagai degup jantung yang menghidupi dan memelihara kekasihnya dari nestapa dunia.


Sedang semerbak untaian kata yang ditebarkan keudara bagai senandung abadi, yang dinyanyikan bidadari surga”.


“Dapatkah kemurnian cinta menahan hasrat untuk membahagiakan kekasihnya?, mungkinkah bulan akan membiarkan matahari untuk bersinar selamanya tanpa saling melengkapi dan mengisi kekosongan hari?! “.

Tahukah kau wahai belahan jiwa?…. Tanpamu disisi- membuat jiwaku laksana sebuah kapas yang diterbangkan keudara, terhempas dalam kehampaan…..dan terjatuh ketanah saat airmata kepedihan membasahinya”.

Tahukah kau kekasih, dari kebun bunga-bunga jiwamu aku mengenal ketulusan, darinya aku mengenal kasih sayang; dan juga cinta. Maka injaklah tanah jiwaku dengan tapak kakimu, maka kelak darinya kan tumbuh bunga-bunga kehidupan.

Bakar dan cabutlah bunga kehidupanku dari akar jiwamu, maka sebagian jiwamupun akan ikut mati bersamanya. Marahlah padaku jika kau mau, lalu padamkanlah dengan percikan airmataku, bila kegilaanku ini kau anggap sebagai aib atau kesalahan; karena aku tak sanggup menanggung kemarahan darimu, sebab kau begitu indah.

Dalam ketersendirianku ini kemana lagi aku akan mengeluh dan mengaduh?….sedang engkau yang menjadi nafas penopang hidup dan matahariku, kini kepada siapakah kau arahkan cahyamu?!.

Engkau bagaikan matahari yang berkuasa menyinari hatiku dan membawa obor kedamaian dalam hangatnya api cintaku, namun mengapa kau menahannya dariku?. Pernahkan kau menyadari bahwasanya satu hari berpisah dalam Cinta sama dengan seribu tahun lamanya, dan seribu tahun bersama Kekasih terasa hanya dalam sehari.

Takkala jiwaku haus akan kelembutan sentuh kasihmu, kemanakah genggaman jarimu kini kau eratkan?!. Engkau bagaikan mahkota raja-raja yang tercipta untukku,. Namun kepada siapakah kini ia menghias?!.

Mungkin saat ini engkau sedang tertawan dalam kasih sayang keluargamu, tapi mengapa bukan kegilaanku saja yang dibelenggu?!. Sebab aku kini telah sebatang kara, tak lagi memiliki keluarga serta sahabat yang dapat kucintai selain dirimu.

Kini aku telah tenggelam dalam samudera ketersendirianku, mungkinkah kau datang mengangkat dan meraih tanganku dalam badai keterpurukanku ini?!.

Berilah aku setetes embun harapan dan secercah isyarat kasihmu agar pohon jiwaku kembali hidup !.

Dalam kehampaanku ini, ketahuilah bahwasanya tak ada yang dapat menghapuskan rasa cintaku darimu, sebab nyala api cintamu akan selamanya berpijar dalam hatiku !.

Indahnya Cinta

Indahnya Cinta
Duhai kasihku....

Selama mawar masih merekah dimusim semi ,

Selama mentari masih bersinar dari tiap sudut-sudut
langit,

Disetiap denyut nadiku,

dari setiap aliran serta hembusan nafasku ,

Engkaulah air kehidupan serta benih-benih harapku
selamanya bersemi.

Tahukah kau kekasih,
Dalam penziarahan cinta, ombak lautan yang membawanya
pergi pada sang kekasih adalah deburan sejati yang
mengalir dari samudera ketulusan hati.

Langkah kaki yang diayunkannya, bagai degup jantung
yang menghidupi dan memelihara kekasihnya dari nestapa
dunia. Sedang semerbak untaian kata yang ditebarkan
keudara bagai senandung abadi, yang dinyanyikan
bidadari surga.

Dapatkah kemurnian cinta menahan hasrat untuk
membahagiakan kekasihnya?,

mungkinkah matahari akan membiarkan bulan untuk
bersinar selamanya tanpa saling melengkapi dan mengisi
kekosongan hari?! .

Keabadian Cinta

Keabadian Cinta

Bila saatnya nanti waktu kan berubah , musim kan berganti ; yang ada menjadi tiada.

Namun 'kan ada satu yang tak pernah berubah : "Keabadian Cinta".

Nilai Cinta sejati , takkan pernah sebanding dengan permata sebesar gunung,

begitu juga halnya bening kesetiaan; takkan pernah sebanding dengan bening kilau permata.

Betapa rapuhnya Cinta yang didapat dari pasar pelelangan,

Cinta seperti ini kelak lahirkan senyum kepalsuan, peluk kemunafikan; dan kasih-sayang hampa.

Lebih baik aku meminum racun hatiku sendiri, daripada mendapatkan Cinta seperti itu.

Cinta harus dibeli dengan kekayaan yang lebih tinggi nilainya dari sekedar harta dunia,

Akan kupersembahkan pada kekasihku gerabah ketulusan jiwa,

Laksana bunga-bunga ,

kurangkai dan kurawat dirinya dengan jemari keikhlasan hati .

Kusiram dan kuhidupi ia ,

dengan air kehidupan; dan juga nafas hidupku.

Cahaya cinta Ilahi

Cahaya Cinta Ilahi

Cinta Ilahi bagaikan buah karunia, yang bermaniskan rahmat dari surga dan menjadi sebuah air keberkahan bagi jiwa.

Ketika langit menunjuk denyut nadi, mentakdirkan dan menuntunkan jejak langkahnya pada Cinta,

maka lembaran Cinta yang terlahir dan tergerai darinya akan tulus dan suci ; bagai kain putih tak ternoda.

Lembaran itu akan membalut luka hati hingga membawa duka pada kebahagiaan.

Kain Cinta yang berhiaskan corak angan dan nafsu; adalah kain cinta yang bersumber dari bumi.

Serat kain seperti itu akan mudah lusuh dan memudar warnanya, apabila keindahan kain yang dibayangkan tidak sesuai dengan harap dan kenyataan.

Cahaya Cintaku yang menerangi dirinya, tidak bersumber dari sumbu bumi; bukan pula dari matahari.

Ia bersinar dengan kilau kebenaran surga, wujudnya kan menghias abadi dikedalaman jiwa.

Surgalah yang meraih dan menuntun tanganku untuk terbang bersama sayap-sayap cinta.

Biarpun panah cinta melesat kencang melukai sayapku. Ia pulalah yang nanti membalut lukaku.

Bagaimana mungkin aku akan melepaskan diri dari balutan kasihnya ,

sedang Cinta telah menunjuk dan mengilhamkan cahaya kasihnya untukku

Kekasih sejati

Kekasih sejati

Adalah ketika kamu menitikkan air mata, maka dengan kebesaran cintanya ia tetap peduli terhadapmu.

Sebuah kekuatan abadi yang ketika kamu tidak mempedulikannya dan dia masih menunggumu dengan setia..

Ketulusan sejati adalah Saat Sang kekasih mulai mencintai orang lain dan dia masih bisa tersenyum sembari berkata 'Aku turut berbahagia untukmu‘…



Kisah cintaku

Kisah cintaku


Apalah arti kekayaan jika cinta yang menyebabkan aku merindu tak kumiliki.

Apalah Arti Istana yang megah, bila tak ada tempat untuk jiwaku untuk berteduh dan bersandar

Untuk apa dikelilingi putri-putri raja, bila cinta yang telah ku rasakan telah memenjarakan hatiku, dan telah membutakan mataku atas segala keindahannya.

Engkaulah kekasih yang menjadi inspirasi dan penghias mimpi malamku...Aura wujudmu benar-benar mempesona, jikalau matahari tak terbit , cukuplah wajahmu yang menggantikan sinarnya. Bila rembulan enggan datang dimalam hari, kelembutanmu sudah cukup untuk merebahkan bumi dipangkuan indahmu.

Engkau adalah ilham bagiku untuk memetik dawai gitar, menjalin syair cinta nan indah hingga menjadi doa-doa akan harapan dan anugerah.

Pesona wajahmu bagai pusaran angin taufan yang bisa menghisap semua benda yang tertanam dibumi. Andaikata seorang pemuda tidak mampu menatap wajahmu , maka mendengar namamu saja sudah cukup untuk mengembalikan gairahnya yang hilang...

Dalam setiap lamunan aku meyakinkan diri , kekasih yang kudamba dapat menghadirkan senyum kebahagiaan dalam hatiku, menanggalkan kesedihan yang selalu membayang ,menjadi cahaya kehidupan serta pelipur lara bagi jiwaku.

Laksana kaum pencinta , airmataku yang bening dan jernih menetes karena merindukan kasih yang tak kunjung datang...

Dan kulihat disana -disaat dirimu pergi, kumbang-kumbang pasti menemani , seolah ingin memungut sisa-sisa pesonamu , mereka berlomba-lomba menarik perhatian sang bunga, diantara mereka ada yang berusaha memenangkan cinta dalam penyamaran adapula berterus-terang dalam "ketelanjangan"... mereka hendak berusaha menawan hati bunga nirwana itu.

Sejak pertama kali aku melihat pancaran cahaya keindahan itu, jiwaku langsung bergetar...Kurasakan keharuman cinta telah menghancurkan ketenangan jiwaku...tiada yang melintas dalam anganku selain keindahan mata cinta dan tiada suara yang lebih merdu daripada suara cinta...

Saat menatap wajahmu , seolah ribuan kata ingin keluar dari bibirku, namun apalah daya bibir tak mampu mampu bergerak untuk melukiskan keagungan cinta. Nyala api asmara dalam hatiku semakin lama semakin berkobar, kebiasaanku kini hanya melamun dan merangkai syair yang menceritakan segala tentangmu...

Duhai kekasih....disaat cinta telah mengakar didalam jiwa, serta dari waktu ke waktu cinta itu telah tumbuh subur dikedalaman hati, kuingin rasa itu hanya kita yang tahu...tahukah engkau kekasih, tidak ada obat yang mujarab mengobati luka bila tertusuk duri asmara...maka hargailah dia yang mengasihimu dan diriku yang mencintaimu .

Duhai kekasih hati, dirimu telah kuikat sebagai tawanan cinta diseberang lautan, dimana tiada suatu wujudpun yang dapat menyembunyikan dirimu dari jiwaku...

Melalui pancaran mata, jiwa kita seolah menyatakan tidak ingin berpisah , Engkaulah pasangan bagi jiwaku, ruh yang kekal dan abadi...bila panah cinta telah menghujam hati dan jantung- disana engkau akan mendengar suara bathin kita melantunkan bait-bait cinta yang dihiasi oleh senyum dan tangis rindu....

Disaat jiwa kita merasa malu-malu menggapai cinta, lidah terasa kelu,dan tiada kata yang terucap dari bibir, disitulah cinta memandang dari kedalaman jiwa, ..disaat kita saling menatap, maka sabda jiwa kita -tak mampu menyembunyikan cinta dari hati.

Dalam cinta keindahan menyimpan kepahitan, dan dalam setiap kegetiran terdapat selubung kebahagiaan.

Rasa dimana kita tak dapat membedakan lagi antara siang dan malam, seolah kita berada dalam taman surgawi yang terbebas dari ruang dan waktu...

Bagi dirinya- diriku adalah pantulan jiwanya ,adakah yang dapat diperbuat dari seorang gadis yang telah ditawan api cinta yang hatinya telah tercuri,selain ingin bertemu dengan si-pencuri hati. Yang Syair-syairnya bernyanyi laksana kidung surgawi dan berbisik kedalam telinganya bagai hembusan angin nan lembut , yang membuatnya terhanyut dalam simponi kerinduan atau laksana gelombang laut yang menghanyutkan bahtera jiwanya didalam lautan perasaannya yang tak bertepi dan berdasar..

Wahai kekasih hati, berjanjilah pada keagungan cinta agar sayapmu dapat terbang bebas dan melayang bersama ketulusan cinta, walau banyak racun yang harus kita teguk ...

Atas nama cinta , racun yang pahit pun terasa manis....

Bertahanlah kekasihku, dunia diciptakan untuk kaum pencinta...Dunia ada karena cinta....cinta adalah pembebas dari segala belenggu...dan jiwa pencinta akan memberi kehidupan baru bagi kehidupan yang lain.

Itulah hakekat dan kisah cintaku kekasih, kuceritakan segala isi hati dan tak ada yang kusembunyikan....agar engkau tahu, pintu-pintu hatiku selalu terbuka untukmu... diujung rindu dan harap-aku selalu menanti kehadiranmu...dan aku yakin semilir angin akan mengabarkan dan membisikkan semua ini kepadamu.Yang menceritakan segala hal tentangmu dan tentangku...

End